Jumat, 16 November 2012

sejarah osis

Sebelum lahirnya OSIS, di sekolah-sekolah tingkat SLTP dan SLTA terdapat organisasi yang bebagai macam corak bentuknya. Ada organisasi siswa yang hanya dibentuk bersifat intern sekolah itu sendiri, dan ada pula organisasi siswa yang dibentuk oleh organisasi siswa di luar sekolah.

Organisasi siswa yang dibentuk dan mempunyai hubungan dengan organisasi siswa dari luar sekolah, sebagian ada yang mengarah pada hal-hal bersifat politis, sehingga kegiatan organisasi siswa tersebut dikendalikan dari luar sekolah sebagai tempat diselenggarakannya proses belajar mengajar.

Akibat dari keadaan yang demikian itu, maka timbullah loyalitas ganda, disatu pihak harus melaksanakan peraturan yang dibuat Kepala Sekolah, sedang dipihak lain harus tunduk kepada organisasi siswa yang dikendalikan di luar sekolah.

Dapat dibayangkan berapa banyak macam organisasi siswa yang tumbuh dan berkembang pada saat itu, dan bukan tidak mungkin organisasi siswa tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan organisasi di luar sekolah.

Itu sebabnya pada tahun 1970 sampai dengan tahun 1972, beberapa pimpinan organisasi siswa yang sadar akan maksud dan tujuan belajar di sekolah, ingin menghindari bahaya perpecahan di antara para siswa intra sekolah di sekolah masing-masing, setelah mendapat arahan dari pimpinan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Pembinaan dan pengembangan generasi muda diarahkan untuk mempersiapkan kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional dengan memberikan bekal keterampilan, kepemimpinan, kesegaran jasmani, daya kreasi, patriotisme, idealisme, kepribadian dan budi pekerti luhur.

Oleh karena itu pembanguan wadah pembinaan generasi muda di lingkungan sekolah yang diterapkan melalui Organisasi Siswa Intra Sekolah ( OSIS ) perlu ditata secara terarah dan teratur.

Betapa besar perhatian dan usaha pemerintah dalam membina kehidupan para siswa, maka ditetapkan “OSIS” sebagai salah satu jalur pembinaan kesiswaan secara nasional. Jalur tersebut terkenal dengan nama “Empat Jalut Pembinaan Kesiswaan”, yaitu :

1. Organisasi Kesiswaan
2. Latihan Kepemimpinan
3. Kegiatan Ekstrakurikuler
4. Kegiatan wawasan Wiyatamandala

Dengan dilandasi latar belakang sejarah lahirnya OSIS dan berbagai situasi, OSIS dibentuk dengan tujuan pokok :

1. Menghimpun ide, pemikiran, bakat, kreativitas, serta minat para siswa ke dalam salah satu wadah yang bebas dari berbagai macam pengaruh negative dari luar sekolah
2. Mendorong sikap, jiwa dan semangat kasatuan dan persatuan di antara para siswa, sehingga timbul satu kebanggaan untuk mendukung peran sekolah sebagai tempat terselenggaranya proses belajar mengajar.
3. Sebagai tempat dan sarana untk berkomunikasi, menyampaikan pemikiran, dan gagasan dalam usaha untuk mematangkan kemampuan berfikir, wawasan, dan pengambilan keputusan.

Kamis, 15 November 2012

SMANSIX EXPO PANDEGLANG 2012


smansix expo 
belajar menyenangkan untuk masa depan yang lebih baik ,
mengembangkan kreatifitas timggi di bidang science,seni,sosialbudaya.
pekan kreativitas dan smansix expo 2012 
merupakan acara yang di buat dan di persiapkan oleh civitas akademik SMAN 6 PANDEGLANG untuk memberi kesempatan
kepada seluruh siswa mewujudkan potensi dan mendapat aprensiasi dari banyak pihak.
tema yang dipilih di harapkan mampu menunbuh kan spirit belajar secara menyenangkan 
untuk meraih masa depan yang lebih baik dan memiliki daya saring untuk menjadi yang terbaik
melalui kegiatan kreatif di bidang science, seni budaya, kemasyarakatan sebagai bidang
kehidupan yng palng dekat dengan generasi muda dalam hal ini siswa siswi SMAN 6 PANDEGLANG.
kreativitas di bidang rohani mengembangkan spiritual quotient pada peserta didik .kepekaan
religius dan rasa keberagamaan harus terus di asah untuk menumbuh kan ESQ yang tangguh dan.
emotional spiritual quotient akan sangant dibutuhkan untuk menguragi tantangan masa muda yang semakin kompleks.

selain itu hal tersebut potensi diri remaja akan berkembang dalam bingkai

keimanan dan ahlak islami yang bersumber dari al - Qur'an.

kerativitas bidang seni dan budaya menunbuh kan spirit nasionalisme , rasa cinta dan

kebudayaan indonesia yang sangat bermakana dan berharga harus di lestarikan

oleh seluruh warga negara sehingga budaya yang bernilai tinggi benar benar menjadi ciri pribadi bangsa dan tidak akan 
pernah pudar dari anak anak indonesia.
pemeran pendidikan merupakan ajang pemberian informasi dari setiap
perguruan tinggin untuk memperluas wawasan siswa terhada penyelenggaraan layaan pendidikan di perguruan tinggi
sehingga siswa lebih siap dalam meren canakan dan memilih lanjuta studi nya
sesual dengan bakat , minat dan potensi nya setelah lulus dari SMAN 6 PANDEGLANG.